Assalamualaikum Wr. Wb.

Assalamualaikum Wr. Wb.
SEMOGA APA YANG ADA, DAPAT BERMANFAAT

Sabtu, 31 Juli 2010

MESIN PERAJANG SERBAGUNA", SEBAGAI PENINGKAT PRODUKTIFITAS HOME INDUSTRI KERIPIK DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG


LAPORAN AKHIR PKMM
"MESIN PERAJANG SERBAGUNA", SEBAGAI PENINGKAT PRODUKTIFITAS HOME INDUSTRI KERIPIK DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
Oleh : Sudiyono ( 5201407051/2007 ) Kris Wanto ( 5201406014/2006 ) Ngartiningsih ( 3101408096/2008 )
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG SEMARANG 2010
HALAMAN PENESAHAN LAPORAN AKHIR PROGRA KREATIFITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan : "Mesin Perajang Serbaguna", sebagai Peningkat Produktifitas Home Industri Keripik di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P ( ) PKM-K
( ) PKM-T (√ ) PKM-M 3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian ( ) MIPA ( √ )Teknologi dan Rekayasa ( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan 4. Ketua Pelaksana Kegiatan a) Nama Lengkap : Sudiyono b) NIM : 5201407051 c) Jurusan : Teknik Mesin d) Universitas : UNNES e) Alamat rumah dan No. Telp : Jetis Rt 01/RW I, Kel. Kalisegoro, Kec. Gunungpati,Semarang/085640359585 f) E-mail : dyon_lekyon@yahoo.co.id 5. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 orang 6. Dosen Pendamping a) Nama Lengkap dan Gelar : Dr. M. Khumaedi, M.Pd b) NIP : 19620913 199102 1 001 c) Alamat dan No Telp. : Dewi Sartika VII/3 Perum Undip Sukorejo Semarang/(024) 8318515 7. Biaya Total Kegiatan a) Sumber Dikti : RP 6.000.000,- b) Sumber lain : - 8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 bulan
Semarang, Juni 2010 Menyetujui : Ketua Jurusan, Ketua Pelaksana Kegiatan,
(Drs. Wirawan Sumbodo, M.T.) NIP. 1966015 199002 1 002
Pembantu atau Wakil Rektor BidangKemahasiswaan Dosen Pendamping
(Dr. Masrukhi, M.Pd.) (Dr. M. Khumaedi, M.Pd) NIP. 19620508 198803 1 002 NIP. 19620913 199102 1 001
ii
(Sudiyono ) NIM. 5201407051
Abstrak Keripik merupakan makanan yang sifat dan fungsinya sangat umum.
Keripik dapat dimakan dimana saja dan kapan saja dalam kondisi santai maupun resmi. Selain itu, keripik juga bisa dijadikan sebagai peluang usaha. Di Kecamatan Gunungpati ini banyak masyarakat yang sudah menjalankan usaha pembuatan keripik. Namun di dalam proses pengolahan keripik ini terdapat beberapa permasalahan. Salah satunya adalah masalah pemotongan/perajangan bahan baku keripik yang masih dilakukan secara manual. Sehingga membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka salah satu jalan yang dilakukan adalah membuat suatu mesin perajang serbaguna yang menggunakan prinsip putaran dan menggunakan beberapa pisau untuk memotong bahan baku keripik, sehingga dapat meningkatkan produktifitas home industri keripik tersebut. Dengan adanya program mesin perajang serbaguna ini, diharapkan akan bisa memberikan manfaat langsung kepada home industri keripik tersebut, yaitu menghasilkan sebuah mesin yang mampu menggantikan tenaga manusia dalam proses perajangan bahan baku keripik menjadi lebih cepat. Sehingga akan meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, dan akhirnya meningkatkan produktifitas kerja. Dengan mengunakan mesin perajang tersebut, hasil produksi akan meningkat. Dengan menggunakan cara manual, dalam waktu 1 jam hanya dihasilkan 5 kg keripik, sedangkan dengan menggunakan mesin perajang dapat dihasilkan 12 kg keripik dalam waktu 1 jam. Selain itu tenaga dan waktu yang dibutuhkan dalam proses perajangan bahan baku keripik bisa lebih dikurangi.
Kata kunci : keripik, mesin perajang serbaguna, produktifitas
iii

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul "Mesin Perajang Serbaguna", sebagai Peningkat Produktifitas Home Industri Keripik di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dengan baik. Keberhasilan penulis dalam meyelesaikan kegiatan penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada : 1. Dr. Masrukhi, M.Pd selaku Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang. 2. Dr. M Khumaedi, M.Pd. selaku dosen pendamping 3. Kedua orang tua penulis yang telah memberikan support baik material maupun spiritual. 4. Teman-teman yang telah bekerjasama dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya, sehingga penulis sangat berharap adanya kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat, baik bagi penulis pada khususnya maupun bagi pembaca pada umumnya.
iv
Semarang, Mei 2010 Penulis

I. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
1
Keripik merupakan makanan yang sifat dan fungsinya sangat umum. Keripik dapat dimakan dimana saja dan kapan saja dalam kondisi santai maupun resmi, misalnya pada saat santai seperti menonton televisi, hidangan untuk tamu, makanan pada saat berkumpul dengan keluarga dan sebagainya. Selain itu, keripik juga bisa dijadikan sebagai peluang usaha. Di Kecamatan Gunungpati ini banyak masyarakat yang sudah menjalankan usaha pembuatan keripik. Produk yang sudah mereka hasilkan diantaranya adalah keripik pisang, keripik simgkong, keripik talas, dan keripik ketela. Walaupun masih dalam skala industri rumah tangga, namun usaha mereka ini dapat berjalan dengan lancar. Hal ini selain dikarenakan pasar yang masih menjanjikan, didukung pula oleh potensi yang ada di daerah Kecamatan Gunungpati tersebut. Sebagian besar masyarakat Kecamatan Gunungpati bermatapencaharian sebagai petani dan memiliki kebun. Dan jenis tanaman yang mereka tanam bermacam-macam. Diantaranya adalah bahan baku keripik tersebut yaitu pisang, singkong, ketela, dan talas. Namun di dalam proses pengolahan keripik ini terdapat beberapa permasalahan. Salah satunya adalah masalah pemotongan/perajangan bahan baku keripik yang masih dilakukan secara manual. Sehingga membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga. Padahal proses pemotongan bahan baku merupakan salah satu langkah terpenting yang menentukan hasil akhir dari keripik tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan suatu cara untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja,s sehingga produktifitas kerja dapat meningkat pula. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka tim pengabdian kepada masyarakat (PKM-M UNNES) akan membuat suatu mesin perajang serbaguna untuk meningkatkan produktifitas home industri keripik. Mesin perajang serbaguna ini adalah suatu mesin yang menggunakan prinsip putaran dan menggunakan beberapa pisau untuk memotong bahan baku keripik. Pembuatan mesin perajang serbaguna ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga. Selama ini pengolahan dengan cara manual hanya dapat menghasilkan keripik sebanyak 10 kg setiap harinya. Dengan dibuatnya mesin perajang serbaguna berkapasitas produsi 10 kg tiap 40 menit maka mesin tersebut dapat meningkatkan produksi keripik.
Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang dapat dikristalkan antara lain : 1. Bagaimana konstruksi mesin perajang serbaguna yang dapat membantu menggantikan tenaga manusia dalam proses produksi keripik? 2. Apakah program mesin perajang serbaguna dapat meningkatkan produktifitas home industri keripik?
Tujuan Program
2
Tujuan dari penulisan proposal ini antara lain ; 1. Membuat mesin perajang serbaguna untuk membantu home industri keripik dalam proses perajangan bahan baku agar dapat meningkatkan produktifitas kerja. 2. Mensosialisasikan penggunaan mesin perajang serbaguna di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Luaran yang Diharapkan
Dari pelaksanaan program ini dapat dihasilkan mesin perajang serbaguna yang dapat membantu masyarakat home industri keripik di Kecamatan Gunungpati Kota Semararang dalam proses perajangan bahan baku keripik sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja..
Kegunaan Program
Manfaat yang diharapkan dari terlaksananya kegiatan ini adalah ; 1. Mengaplikasikan pengetahuan dan kreativitas yang sudah dimiliki. 2. Membantu home industri keripik di Kecamatan Gunungpati untuk meningkatkan produktifitas kerja. 3. Dapat meningkatkan penghasilan dan hasil produksi home industri keripik
II. GAMBARAN.UMUM MASYARAKAT SASARAN
Sebagian besar masyarakat Kecamatan Gunungpati Kota Semarang bermatapencaharian sebagai petani atau berkebun. Namun ada pula yang bekerja sebagai pedagang. Mereka yang memilih untuk bertani dan berkebun karena memiliki lahan yang subur. Beberapa jenis tanaman yang dihasilkan adalah singkong, ketela, talas, dan pisang. Hasil pertanian dan perkebunan tersebut mereka jual dalam keadaan mentah maupun diolah menjadi bentuk makanan lain. Salah satu bentuk pengolahan tersebut adalah keripik. Tujuan dari diolahnya hasil perkebunan dan pertanian tersebut manjadi bentuk keripik adalah untuk meningkatkan nilai jualnya. Dan masyarakat di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang mengolah keripik dengan bentuk usaha home industri. Permasalahan yang dialami oleh masyarakat home industri tersebut adalah pengolahan yang masih dilakukan secara manual. Mulai dari proses pengupasan, perajangan, penggorengan, dan pembungkusan. Dan slah satu proses yang membutuhkan waktu dan tenaga lebih adalah proses perajangan. Dengan adanya program pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan akan bisa memberika manfaat langsung kepada home industri keripik tersebut, yaitu menghasilkan sebuah mesin yang mampu menggantikan tenaga manusia dalam proses perajangan bahan baku keripik dengan hasil yang baik. Sehingga akan meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, dan akhirnya meningkatkan produktifitas kerja.
III. METODE PENDEKATAN Persiapan Kegiatan
3
1. Survey dan analisis di tempat home industri keripik di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. 2. Koordinasi dengan pihak yang terkait dalam program pengabdian ini, yaitu pemilik dan kelompok home industri keripik. 3. Perencanaan design suatu mesin perajang serbaguna. Desain dari mesin tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam penggunaan dan perawatan.
Pelaksanaan Kegiatan
4. Penyediaan bahan baku dan persiapan peralatan dan pembuatan sarana dan prasarana yang ada dalam kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini meliputi pembelian bahan-bahan dan komponen-komponen pembuatan mesin. 5. Membuat mesin perajang yang menggunakan prinsip putaran dengan kecepatan tertentu yang dilengkapi beberapa pisau pemotong. Tahapan pembuatan mesin perajang serbaguna ini yaitu : a. Pembuatan rangka mesin dengan bahan dasar besi plat siku dengan ukuran rangka : tinggi 75 cm, lebar 50 cm, dan panjang 85 cm. b. Membuat plat penutup mesin dengan menggunakan plat besi tebal 2 mm. c. Membuat saluran masuk dan saluran keluar dengan menggunakan plat stainless steel tebal 2 mm. d. Memasang pisau pada piringan aluminium. e. Finishing rangka dan plat penutup mesin dengan cara diampelas kemudian dicat. f. Merangkai semua bagian tersebut menjadi satu. g. Pasang sistem sabuk dan puli h. Pasang motor listrik kemudian hubungkan dengan sistem sabuk dan puli. i. Pasang sistem kelistrikan. 6. Sosialisasi kegiatan. Dalam kegiatan sosialisasi ini dilakukan uji coba mesin perajang, kemudian membandingkan hasil yang diperoleh dengan proses sebelumnya, yaitu proses manual dengan tenaga manusia. Peserta dari sosialisasi ini adalah para pelaku home industry keripik di daerah kecamatan Gunungpati, kota Semarang.
Evaluasi Kegiatan
Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan program pengabdian ini. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan secara langsung hasil pemotongan dengan tenaga manusia dengan menggunakan mesin perajang serbaguna ini. Kemudian mengevaluasi pendapat- pendapat dari pihak home industri keripik tentang dimensi dan bentuk mesin, kemudian melakukan analisis dan perbaikan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih baik.
Penyusunan Laporan
Penyusunan laporan direncanakan akan dilakukan dalam 2 macam penyusunan, yaitu penyusunan laporan kemajuan dan penyusunan laporan akhir kegiatan. Penyusunan laporan akhir kegiatan untuk melaporkan rangkaian kegiatan secara institusi kepada sumber dana program ini.
IV. PELAKSANAAN PROGRAM Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
4
Program Mesin Perajang Serbaguna ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2010, bertempat di desa Jetis, Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Tahapan Pelaksanaan/ Jadwal Faktual Kegiatan No. Jenis Kegiatan Waktu Peaksanaan
1. 2. 3.
4. 5. 5.
6. 7.
Persiapan tempat dan peralatan Membuat desain mesin perajang serbaguna Membuat mesin perajang Uji coba dan sosialisasi mesin perajang serbaguna Serah terima mesin perajang serbaguna Monitoring Evaluasi Pelaporan
Instrumen Pelaksanaan
Maret 2010 April 2010 April 2010
Mei 2010 Mei 2010 Mei 2010
Mei 2010 Mei 2010
Minggu ke 3 dan 4 Minggu ke 1 Minggu ke 2-4
Mnggu ke 1 dan 2 Minggu ke 2 Minggu ke 3
Minggu ke 3 Minggu ke 4
Insrumen pelaksanaan program mesin perajang serbaguna ini adalah : 3. Masyarakat pelku home industri keripik, sebagai sasaran utama. 4. Alat dan bahan dalam proses sosialisasi 5. Media sosialisasi yang berupa banner, modul, dan angket.
Rancangan dan Realisasi Biaya
1. Bahan habis pakai Listrik Rp 200.000,00
Elektoda Rp 200.000,00
Jumlah Rp 400.000,00
2. Peralatan Penunjang PKM Besi profil L 15 meter Rp 350.000,00
Plat besi 3 meter Rp 350.000,00 Plat Stainless Steel 1,5 meter Rp 250.000,00 Bearing 2 buah Rp 80.000,00 Puli Ø 300 dan Ø 50 @1 buah Rp 150.000,00 Poros Ø 20 0,5 meter Rp 150.000,00 Piringan Alumunium Ø 400 1 buah Rp 250.000,00 Pisau 10 buah Rp 100.000,00
V belt 3 buah Rp 150.000,00 Mur dan Baut secukupnya Rp 50.000,00 Motor listrik ¼ PK 1 buah Rp 750.000,00 Saklar ON-OFF 1 buah Rp 20.000,00 Kabel Listrik 5 meter Rp 100.000,00 Stop kontak 1 buah Rp 20.000,00 Cat besi dan tiner @ 2 kaleng Rp 100.000,00 Meteran dan Penggaris 2 buah Rp 100.000,00 Kunci pas, kunci ring, gergaji besi 1 set Rp 300.000,00
Jumlah Rp 3.270.000,00
3. Biaya Pembuatan Mesin Sewa tempat, mesin, dan peralatan Rp 750.000,00.
Transportasi Rp 100.000,00
Jumlah Rp 850.000,00
4. Biaya Sosialisasi Pembelian bahan baku keripik Rp 80.000,00 Modul sosialisasi Rp 150.000,00 Konsumsi Rp 250.000,00 Perjalanan Rp 200.000,00 Dokumentasi Rp 300.000,00 +
Rp 980.000,00 Total pengeluaran
1. Bahan habis pakai Rp 400.000,00
2. Peralatan penunjang PKM Rp 3.270.000,00
3. Biaya pembuatan mesin Rp 850.000,00
4. Biaya sosialisasi Rp 980.000,00 + Jumlah Rp 5.500.000,00
Laporan Rp 485.500,00 + Total Rp 5.985.500,00
V. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan
5
Hasil dari kegiatan ini yaitu berup kegiatan sosialisasi mesin erajang serbaguna kepada masyarakat home industri keripik. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di rumah bapak Sunoto, di desa Jetis, Kelurahan Kalisegoro, kecamatan Gunungpti, kota Semarang, pada tanggal 3 Mei 2010. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 10 orang, yang semuanya merupakan pelaksana home industri keripik.
6
Dari 10 orang tersebut, 9 orang (90 %) menyatakan Ya, akan menggunkan mesin perjang serbaguna dalam roses produksi keripik mereka. Sedangkan 1 orang (10 %) menyatakan Tidak akan mengunakan mesin perajang serbaguna tersebut.
Akan menggunakan mesin perajang : 9 orang (90 %)
Tidak akan menggunakan mesin perajang : 1 orang (10 %)
Tabel Perbandingan hasil mesin perajang serbaguna dengan proses manual. No. Mesin Perajang Serbaguna Proses Perajangan Manual
1. 2.
3. 4.
Menggunakan tenaga motor listrik Menggunakan 4 pisau pemotong
Hasi perajangan : 12 kg/jam Hasil produksi/hari : 200-250 bungkus
Pembahasan
Hasil Sosialisasi Mesin Perajang
10 %
90 %
Menggunakan tenaga manual Hanya menggunakan 1 pisau potong Hasil perajangan : 5 kg/jam Hasil produksi/hari : 100-180 bungkus
1. Proses persiapan Proses persiapan ini meliputi persiapan tempat, peralatan dan perlengkapan pendukung (modul, angket, banner), dan persiapan mesin. 2. Proses uji coba mesin perajang Dalam proses uji coba, tim pelaksana kegiatan melibatkan langsung asyarakat sasaran, sehingga dapat diperoleh saran dan masukan dari kekurangan mesin perajang serbaguna tersebut. Setelah itu dilakukan perbaikan terhadap mesin perajang serbguna, sesuai dengan saran dan masukan dari masyarakat pelaku home industri keripik. 3. Proses sosialisasi Dalam proses sosialisasi ini, disampaikan tentang keunggulan-keungguan mesin perajang serbaguna, perawatan mesin, keselamatan kerja, perbaikan apabila terjadi kerusakan terhadap mesin perajang, dan langsung diberikan praktek penggunaan mesin perajang serbaguna tersebut. Selain itu juga diberikan angket utuk mengetahui tangapan masyarakat terhdap peaksanaan program PKMM mesin perajang serbaguna ini. Kemudian langsung dilakukan serah terima mein perajang serbaguna, dari Tim PKMM kepada masyarakat pelaku home industri keripik, yang dalam hal ini diwakili oleh ketua pelaksana PKMM dan ibu Rohmi selaku perwakilan dari masyarakat home industri keripik.
VI. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
7
1. Pengunaan mesin perajang serbaguna bias mengurangi tenaga manusia yang digunakan dalam proses perajangan bahan baku keripik. 2. Dengan mengunakan mesin perajang serbagna, proses perajangan bahan baku keripik bisa diakukan dengan lebih cepat. 3. Dengan menggunakan mesin perajang serbaguna, maka produktfitas home industri keripik bisa meningkat.
Saran
1. Kegiatan pengabdian ini perlu dilakukan secara terus menerus, seingga akan timbul kerja sama yang baik antara mahasiswa dengan masyarakat. 2. Perlu dilakukan kerja sama dalam hal pemasaran produk, sehinga segmen pemasaran keripik bisa lebih luas.

mesin penggiling emping jagung








LAPORAN AKHIR PKMM

“MESIN PENGGILING EMPING JAGUNG ” SEBAGAI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DI KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG

Disusun oleh :
Muhammad Rifqi Zamroni (5201409055/2009)
Kris Wanto (5201406014/2006)
Achmad Rois (5201406006/2006)
Dian Mariya (4101409127/2009)



UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2010
1. Judul Kegiatan : “Mesin Penggiling Emping Jagung ”
Sebagai Teknologi Tepat Guna di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang
2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P ( ) PKM-K
( ) PKM-T (√) PKM-M
3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian
( ) MIPA (√) Teknologi dan Rekayasa
( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora
( ) Pendidikan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a) Nama Lengkap : Muhammad Rifqi Zamroni
b) NIM : 5201409055
c) Jurusan : Teknik Mesin
d) Universitas : UNNES
e) Alamat rumah dan No. Telp : Jln. Trambesi 1344 Plamongan Indah
Semarang/085640201660
f) E-mail : rifqizam@ymail.com
5. Anggota Pelaksana Kegiatan : 3 orang
6. Dosen Pendamping
a) Nama Lengkap dan Gelar : Drs. Winarno Dwi Rahardjo, MPd
b) NIP : 195210021981031001
c) Alamat dan No Telp. : Jl. Menoreh Tengah VIII/55A Sampangan,
Semarang (024) 8317833/08156651484
7. Biaya Total Kegiatan
a) Sumber Dikti : RP 6.400.000,-
b) Sumber lain : -
8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 bulan

Semarang, 30 Mei 2010
Menyetujui ;
Ketua Jurusan, Ketua Pelaksana Kegiatan,


(Drs. Wirawan Sumbodo, M.T.)
NIP. 19660151990021002
Pembantu atau Wakil Rektor
Bidang Kemahasiswaan Dosen Pendamping


(Dr. Masrukhi, M.Pd.) (Drs. Winarno Dwi Rahardjo, MPd)
NIP. 196205081988031002 NIP. 195210021981031001
ABSTRAK
Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang merupakan salah satu wilayah penghasil jagung. Hasil pertanian jagung selain dijual berupa jagung juga dijual dalam kemasan berupa emping jagung. Pembuatan emping jagung masih menggunakan proses manual, maka dibutuhkan suatu mesin sehingga lebih efektif dan efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat (PKM-M UNNES) membuat program mesin penggiling emping jagung untuk meningkatkan produksi emping jagung. Tujuan program ini adalah untuk membantu produsen emping jagung dalam pembuatan emping jagung agar lebih efektif dan efisien dan mensosialisasikan cara penggunaan alat penggiling emping jagung di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.Metode yang diguanakan adalah survey tempat, pembuatan mesin penggiling emping jagung sampai pada pengujiaannya, sosialisasi program kepada masyarakat, evaluasi program dan pembuatan laporan.
Hasil dari program ini adalah dihasilkan suatu mesin penggiling emping jagung menggunakan 2 roler dan digerakkan dengan motor listrik dan engkol (manual). Dihasilkan pula buku panduan mesin emping jagung yang merupakan petunjuk tentang tata cara pengoperasian penggiing emping jagung yang meliputi gambar desain penggiling emping jagung, spesifikasi penggiling, gambar penggiling emping jagung, cara pengoperasian mesin dan cara pemeliharaan mesin. Hasil selanjutnya berupa sosialisasi mesin penggiling emping jagung kepada masyarakat dengan hasil angket dari 15 orang warga dusun Sruwen 10 orang diantaranya menyatakan ya (ingin menerapkan program) atau 66,67%, 3 orang lainnya tidak tahu (abstain) atau prosentase 20%, dan 2 orang menyatakan tidak ingin atau prosentase sebesar 13,33%. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa mesin penggiling emping jagung dapat meningkatkan produktivitas karena proses pembuatan emping jagung menjadi 5 kali lebih cepat daripada sebelumnya.

Kata kunci: mesin penggiling, emping, jagung

















KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, taufiq, dan hidayahNya sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan laporan akhir Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul “Mesin Penggiling Emping Jagung ” Sebagai Teknologi Tepat Guna di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang
Laporan ini sebagai bukti bahwa penyusun telah melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat. Keberhasilan penyusun dalam meyelesaikan penyusunan laporan akhir ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penyusun ingin menyampaikan terimakasih yang tulus kepada :
1. DP2M Ditjen Pendidikan Tinggi selaku penyelenggara program kegiatan PKM.
2. Dr. Masruki, M.Pd. yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitasnya
3. Drs. Wirawan Sumbodo, M.T selaku ketua jurusan Teknik Mesin UNNES.
4. Drs. Winarno Dwi Rahardjo, MPd selaku dosen pendamping.
5. Teman-teman anggota PKMM.
6. Kepada kedua orang tua penulis yang telah memberikan support baik material maupun spiritual.
7. Seluruh mahasiswa Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang.
Penyusun telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam menyusun laporan oleh karena itu penyusun mengharap ada kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan laporan. Akhirnya dengan segala kerendahan hati penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat, baik pada penyusun maupun pada pembaca.


Semarang, Mei 2010



Penulis





I. PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Seperti diketahui Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang merupakan salah satu wilayah penghasil jagung. Desa tersebut memang cocok untuk pengembangan pertanian jagung karena tanahnya yang subur. Pertanian jagung di Kecamatan Bergas Kabupaen Semarang selama ini hasilnya selain dijual berupa jagung juga di jual dalam kemasan menjadi suatu makanan ringan yang berupa emping jagung.
Hanya saja dalam pembuatan emping jagung membutuhkan proses yang bertahap dan sangat lama, terlebih pada proses pemipihan jagung menjadi emping. Untuk meningkatkan produksi emping jagung yang sebelumnya masih menggunakan proses yang manual, maka dibutuhkan suatu cara agar proses produksi lebih otomatis, sehingga lebih efektif dan efisien.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat (PKM-M UNNES) akan membuat membuat mesin penggiling emping jagung untuk meningkatkan produksi emping jagung, yaitu suatu mesin yang dapat menggiling ataupun memipihkan jagung yang akan dijadikan emping, dan agar pengolahannya lebih efisien. Dengan dibuatnya penggiling emping jagung tersebut dimaksudkan agar dapat menghemat waktu dan biaya. Selama ini pengolahan dengan manual hanya dapat menghasilkan emping sebanyak 5Kg setiap harinya, maka dengan dibuatkan mesin emping jagung berkapasitas produsi 5Kg tiap 30 menit maka mesin tersebut dapat meningkatkan produksi emping jagung,
Pengamatan pun telah dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat terhadap lokasi di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, dimana produk tersebut (emping jagung) banyak diproduksi, maka pada program pengabdian masyarakat ini Tim pengabdian kepada masyarakat mengambil judul:
“Mesin Penggiling Emping Jagung ”Sebagai Teknologi Tepat Guna di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang

Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang akan dilakukan dalam kegiatan ini adalah
1. Apakah mesin penggiling emping jagung dapat meningkatkan produksi emping jagung di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang?
2. Apakah mesin penggiling emping jagung dapat memberikan manfaat kepada masyarakat di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang?

Tujuan Program
Tujuan dari penulisan program ini antara lain ;
1. Membuat mesin penggiling emping jagung untuk membantu produsen emping jagung dalam pembuatan emping jagung agar lebih efektif dan efisien.
2. Mensosialisasikan cara penggunaan alat penggiling emping jagung di Desa Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.

Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari pelaksanaan program ini adalah dihasilkannya mesin penggiling emping jagung yang dapat membantu masyarakat di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang dalam mengolah jagung menjadi emping secara efektif dan efisien.

Kegunaan program
Manfaat yang diharapkan dari terlaksananya program ini adalah ;
3. Mengaplikasikan pengetahuan dan kreativitas yang sudah dimiliki.
4. Membantu pembuatan emping jagung di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.
5. Meningkatkan produksi emping jagung di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.

II. TINJAUAN PUSTAKA
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Secara umum kondisi masyarakat di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang bermata pencaharian sebagai petani maupun berkebun, serta sebagian ada yang memanfaatkan sebagian lahannya untuk memelihara ternak baik sapi maupun kambing sebagai usaha sampingan.
Masyarakat di Kabupaten Semarang memilih untuk bertani dan berkebun karena tanahnya subur. Jenis pertanian yang dikerjakan oleh masyarakat Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang salah satunya adalah pertanian jagung.
Pertanian jagung yang dihasilkan masyarakat di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang selama ini selain dijual berupa jagung, tetapi juga di jual dalam kemasan menjadi suatu makanan ringan yang berupa emping jagung. Dengan dijual dalam bentuk kemasan berupa emping jagung maka pendapatan masyarakat di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang akan lebih meningkat. Kendala yang ada dalam pembuatan emping jagung oleh masyarakat kecamatan tersebut berrmuara pada pengolahan yang masih sangat manual, hal ini yang menyebabkan produktivitas emping jagung rendah. Produktivitas yang rendah akan menyebabkan pendapatan yang diperoleh masyarakat sangat kecil. Maka dengan adanya program mesin emping jagung ini harapannya akan dapat membantu masyrakat dalam pengolahan emping jagung yang lebih efektif dan efisien.

III. Metode Pendekatan
Persiapan Kegiatan
a. Persiapan bahan dasar dan bahan penunjang
Bahan baku yang dipersiapkan dengan pembelian berupa plat besi siku dengan tebal 4 mm, besi kawat berdiameter 3 mm, besi pejal diameter 50 mm panjang 300mm, plat stainless steel tebal 2mm dengan ukuran 1 x 2 meter. Motor listrik, puli dan v belt, bearing.
Sedangkan untuk bahan penunjang dipersiapkan dengan pembelian barang-barang yang berupa paku keling, elektroda, mur dan baut,cat besi.
b. Persiapan Alat
Persiapan alat dilakukan dengan melakukan pembelian semua peralatan yang diperlukan dalam proses pengolahan.
c. Persiapan Tempat
Pemilihan tempat yang memudahkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan merupakan suatu keharusan. Oleh karena itu, tempat yang digunakan untuk melakukan usaha ini adalah tempat bengkel produksi dan bengkel las.

Pelaksanaan Kegiatan
Pembuatan alat
Proses pembuatan alat penggiling dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut.
1. Membuat kerangka dengan bahan dasar besi pelat siku dengan ukuran rangka tinggi 800mm, panjang 300mm dan lebar 400 mm.
2. Melubangi kerangka sebagai lubang poros untuk rol penggiling dan mekanisme puli.
3. Finishing kerangka dengan mengampelas permukaannya dan dilanjutkan dengan pengecatan.
4. Membuat roll penggiling dengan membubut besi pejal.
5. Membuat dua buah roda gigi dari bahan dasar besi, dengan ukuran jumlah gigi sebanyak 63.
6. Potong pelat stainless steel sesuai ukuran corong untuk memasukkan bahan dan corong untuk pengeluaran hasil penggilingan.
7. Bentuk kedua corong tersebut dan pasang pada kerangka.
8. Pasang roll penggiling pada kerangka.
9. Rakit sistem roda gigi , rakit sistem puli beserta v- belt
10. Pasang motor listrik dan hubungkan dengan sistem puli.
11. Membuat rangkaian kelistrikan yaitu saklar on-off yang dilengkapi lampu indikator mesin kondisi on dan fuse pengaman

Sosialisasi program
Sosialisai kepada masyarakat mengenai mesin, pengoperasian mesin, dan pembuatan mesin.

Evaluasi Kegiatan
Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui produksi emping jagung dapat meningkat setelah menggunakan alat penggiling emping jagung tersebut. Mengevaluasi pendapat-pendapat dari masyarakat mengenai bentuk dan ukuran, menganalisisnya kemudian menyempurnakan hasil produksi yang dihasilkan sesuai dengan keinginan masyarakat agar alat ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya.

Penyusunan Laporan
Penyusunan Laporan direncanakan akan dilakukan dalam 2 macam penyusunan, yaitu penyusunan laporan bulanan dan penyusunan laporan akhir kegiatan. Penyusunan laporan akhir kegiatan untuk melaporkan rangkaian kegiatan secara institusi kepada sumber dana program ini.

IV. PELAKSANAAN PROGRAM
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu : 5 Maret sampai 31 Mei 2009
Tempat : Kelurahan Bergas Kidul Kecamatan Bergas
Kabupaten Semarang
Tahapan Pelaksanaan
No Jenis Kegiatan Bulan ke-
1 2 3 4 5
1.
2. Pengajuan proposal
Pelaksanaan program
a. perencanaan pembuatan mesin
b. pembelian bahan baku mesin
c. pembuatan mesin penggiling
d. evaluasi mesin penggiling emping
e. sosialisasi pada masyarakat
f. monitoring program
g. evaluasi program
h. pelaporan √













































Instrumen Pelaksanaan
a. Masyarakat sebagai sasaran utama
b. Alat dan bahan dalam program
c. Sosialisasi menggunakan spanduk,, brosur, banner, presentasi dengan lcd.

Rancangan dan Realisasi Biaya
Bahan habis pakai
Listrik Rp 200.000,00
Elektoda Rp 400.000,00
Total Rp 600.000,00

Peralatan penunjang PKM
Besi siku 5’ 10 meter Rp 300.000,00
Besi siku 3’ 2 Meter Rp 100.000,00
Pelat stainles steel 1,5 meter2 Rp 300.000,00
Bearing 7 buah Rp 300.000,00
Puli 5 cm 5 buah Rp 200.000,00
Puli 15cm 2 buah Rp 130.000,00
Mur dan baut M12, M14, M19 Rp 50.000,00
Plat strip 2mm 3 meter Rp 50.000,00
Kunci pas, ring, gergaji 1 set Rp 100.000,00
Meteran dan penggaris 3 buah Rp 300.000,00
Alat kelitrikan 1 set Rp 100.000,00
Mtor Listrik ½ Hp 1 buah Rp. 700.000,00
Minyak cat 1 liter Rp. 20.000,00
v-belt 3 buah Rp 50.000,00
Cat dan kuas 2 kaleng Rp 100.000,00
Jumlah Rp 2.900.000,00

Biaya pembuatan
Roller 2 buah Rp. 250.000,00
Engkol 1 buah Rp. 100.000,00
Poros ½” 2 buah Rp 100.000,00
Sewa bengkel las 1 minggu Rp 300.000,00
Roda gigi 2 buah Rp 150.000,00
Jumlah Rp. 900.000,00

Biaya Sosialisasi
Transportasi Rp. 500.000,-
LCD, Sound, sewa tempat Rp. 600.000,-
Konsumsi Rp. 400.000,-
Modul sosialisasi Rp. 100.000,-
Jumlah Rp. 1.600.000,-

Total Pengeluaran
Bahan habis pakai Rp 600.000,00
Peralatan penunjang PKM Rp 2.900.000,00
Biaya pembuatan Rp 900.000,00
Biaya Sosialisasi Rp 1.600.000,00
Biaya pembuatan laporan Rp 400.000,00 +
Jumlah Rp 6.400.000,00

V. Hasil dan Pembahasan
a. Dihasilkan sebuah mesin penggiling emping
Mesin yang dihasilkan berupa penggiling emping jagung menggunakan 2 roler dan digerakkan dengan motor listrik dan engkol (manual). Roler berjumlah 2 memungkinkan penggilingan lebih cepat dan dalam waktu yang singkat. Motor listrik untuk meningkatkan kecepatan penggilingan dan menghemat penggunaan tenaga manusia. Sedangkan engkol berfungsi sebagai penggerak apabila sedang tidak mengunakan energi listrik. Spesifikasi mesin pembuat emping jagung adalah
Spesifikasi Mesin
• Ukuran rangka : 75cm x 70cm x 70cm
• Roller : 2 roller
• Puli : diameter kecil 5cm, diameter besar 15cm, jadi
perbandingan puli (reduksi) yaitu 5/15 =1/3
• Fan belt : ukuran 33,5 cm
• Putaran motor : 1400 rpm
• Kapasitas produksi: 12 Kg
• Putaran roler : 155,56 rpm (2 kali reduksi pada putaran motor
yaitu 1/3. 1/3.1400rpm)
• Daya motor : 1/2 Hp







Jika proses sebelumnya dengan teknik manual memerlukan waktu 5 jam untuk menghasilkan 12 Kg emping jagung, maka dengan menggunakan mesin penggiling emping jagung cukup memerlukan waktu 1 jam saja, sehingga mesin penggiling dapat memproses 6 kali lebih cepat daripada manual.
b. Buku panduan pengoperasian alat
Buku panduan merupakan petunjuk tentang tata cara pengoperasian penggiing emping jagung yang meliputi gambar desain penggiling emping jagung, spesifikasi penggiling, gambar penggiling emping jagung, cara pengoperasian mesin dan cara pemeliharaan mesin.
c. Sosialisasi MesinPenggiling Emping Jagung
Sosialisasi Mesin Penggiling Emping Jagung bertempat di Rumah warga bernama Bp. Purwadi, Bergas Kab. Semarang tanggal 20 April 2010. Yang di hadiri 15 orang yang terdiri dari ibu kelompok PKK dusun Sruwen berjumlah 12 dan perwakilan remaja karang taruna 3 orang. yang kemudian kami dijadikan sampel pengisian angket untuk memperoleh hasil sebagai berikut:
 10 orang menyatakan ya (ingin menerapkan program) atau 66,67%.
 3 orang tidak tahu (abstain) atau prosentase sebesar 20%. Tidak ingin menerapkan. Karena responden merupakan anggota remaja.
 2 orang menyatakan tidak ingin atau prosentase sebesar 13,33%.





Gambar 2. Diagram Prosentase Hasil Sosialisasi Emping Jagung

VI. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan :
1. Program PKM Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan sarana mengaplikasikan ilmu yang didapat dibangku kuliah kedalam bentuk yang nyata kepada masyarakat.
2. Peningkatan produktivitas industri kecil emping jagung dapat dilakukan dengan membuat mesin pembuat emping jagung yang digerakkan oleh motor listrik ataupun secara manual menggunakan engkol.
3. Program PKM Pengabdian Kepada Masyarakat membantu masyarakat dalam pemecahan persoalan yang ada pada masyarakat.
SARAN
Dari kesimpulan diatas dapat disarankan :
Setelah dihasilkan mesin penggiling yang dapat meningkatkan produktivitas industri kecil emping jagung hendaknya program ini tetap dilanjutkan oleh masyarakat.