
LAPORAN AKHIR PKMM
"MESIN PERAJANG SERBAGUNA", SEBAGAI PENINGKAT PRODUKTIFITAS HOME INDUSTRI KERIPIK DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
Oleh : Sudiyono ( 5201407051/2007 ) Kris Wanto ( 5201406014/2006 ) Ngartiningsih ( 3101408096/2008 )
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG SEMARANG 2010
HALAMAN PENESAHAN LAPORAN AKHIR PROGRA KREATIFITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan : "Mesin Perajang Serbaguna", sebagai Peningkat Produktifitas Home Industri Keripik di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P ( ) PKM-K
( ) PKM-T (√ ) PKM-M 3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian ( ) MIPA ( √ )Teknologi dan Rekayasa ( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan 4. Ketua Pelaksana Kegiatan a) Nama Lengkap : Sudiyono b) NIM : 5201407051 c) Jurusan : Teknik Mesin d) Universitas : UNNES e) Alamat rumah dan No. Telp : Jetis Rt 01/RW I, Kel. Kalisegoro, Kec. Gunungpati,Semarang/085640359585 f) E-mail : dyon_lekyon@yahoo.co.id 5. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 orang 6. Dosen Pendamping a) Nama Lengkap dan Gelar : Dr. M. Khumaedi, M.Pd b) NIP : 19620913 199102 1 001 c) Alamat dan No Telp. : Dewi Sartika VII/3 Perum Undip Sukorejo Semarang/(024) 8318515 7. Biaya Total Kegiatan a) Sumber Dikti : RP 6.000.000,- b) Sumber lain : - 8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 bulan
Semarang, Juni 2010 Menyetujui : Ketua Jurusan, Ketua Pelaksana Kegiatan,
(Drs. Wirawan Sumbodo, M.T.) NIP. 1966015 199002 1 002
Pembantu atau Wakil Rektor BidangKemahasiswaan Dosen Pendamping
(Dr. Masrukhi, M.Pd.) (Dr. M. Khumaedi, M.Pd) NIP. 19620508 198803 1 002 NIP. 19620913 199102 1 001
ii
(Sudiyono ) NIM. 5201407051
Abstrak Keripik merupakan makanan yang sifat dan fungsinya sangat umum.
Keripik dapat dimakan dimana saja dan kapan saja dalam kondisi santai maupun resmi. Selain itu, keripik juga bisa dijadikan sebagai peluang usaha. Di Kecamatan Gunungpati ini banyak masyarakat yang sudah menjalankan usaha pembuatan keripik. Namun di dalam proses pengolahan keripik ini terdapat beberapa permasalahan. Salah satunya adalah masalah pemotongan/perajangan bahan baku keripik yang masih dilakukan secara manual. Sehingga membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka salah satu jalan yang dilakukan adalah membuat suatu mesin perajang serbaguna yang menggunakan prinsip putaran dan menggunakan beberapa pisau untuk memotong bahan baku keripik, sehingga dapat meningkatkan produktifitas home industri keripik tersebut. Dengan adanya program mesin perajang serbaguna ini, diharapkan akan bisa memberikan manfaat langsung kepada home industri keripik tersebut, yaitu menghasilkan sebuah mesin yang mampu menggantikan tenaga manusia dalam proses perajangan bahan baku keripik menjadi lebih cepat. Sehingga akan meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, dan akhirnya meningkatkan produktifitas kerja. Dengan mengunakan mesin perajang tersebut, hasil produksi akan meningkat. Dengan menggunakan cara manual, dalam waktu 1 jam hanya dihasilkan 5 kg keripik, sedangkan dengan menggunakan mesin perajang dapat dihasilkan 12 kg keripik dalam waktu 1 jam. Selain itu tenaga dan waktu yang dibutuhkan dalam proses perajangan bahan baku keripik bisa lebih dikurangi.
Kata kunci : keripik, mesin perajang serbaguna, produktifitas
iii
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul "Mesin Perajang Serbaguna", sebagai Peningkat Produktifitas Home Industri Keripik di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dengan baik. Keberhasilan penulis dalam meyelesaikan kegiatan penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada : 1. Dr. Masrukhi, M.Pd selaku Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang. 2. Dr. M Khumaedi, M.Pd. selaku dosen pendamping 3. Kedua orang tua penulis yang telah memberikan support baik material maupun spiritual. 4. Teman-teman yang telah bekerjasama dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya, sehingga penulis sangat berharap adanya kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat, baik bagi penulis pada khususnya maupun bagi pembaca pada umumnya.
iv
Semarang, Mei 2010 Penulis
I. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
1
Keripik merupakan makanan yang sifat dan fungsinya sangat umum. Keripik dapat dimakan dimana saja dan kapan saja dalam kondisi santai maupun resmi, misalnya pada saat santai seperti menonton televisi, hidangan untuk tamu, makanan pada saat berkumpul dengan keluarga dan sebagainya. Selain itu, keripik juga bisa dijadikan sebagai peluang usaha. Di Kecamatan Gunungpati ini banyak masyarakat yang sudah menjalankan usaha pembuatan keripik. Produk yang sudah mereka hasilkan diantaranya adalah keripik pisang, keripik simgkong, keripik talas, dan keripik ketela. Walaupun masih dalam skala industri rumah tangga, namun usaha mereka ini dapat berjalan dengan lancar. Hal ini selain dikarenakan pasar yang masih menjanjikan, didukung pula oleh potensi yang ada di daerah Kecamatan Gunungpati tersebut. Sebagian besar masyarakat Kecamatan Gunungpati bermatapencaharian sebagai petani dan memiliki kebun. Dan jenis tanaman yang mereka tanam bermacam-macam. Diantaranya adalah bahan baku keripik tersebut yaitu pisang, singkong, ketela, dan talas. Namun di dalam proses pengolahan keripik ini terdapat beberapa permasalahan. Salah satunya adalah masalah pemotongan/perajangan bahan baku keripik yang masih dilakukan secara manual. Sehingga membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga. Padahal proses pemotongan bahan baku merupakan salah satu langkah terpenting yang menentukan hasil akhir dari keripik tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan suatu cara untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja,s sehingga produktifitas kerja dapat meningkat pula. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka tim pengabdian kepada masyarakat (PKM-M UNNES) akan membuat suatu mesin perajang serbaguna untuk meningkatkan produktifitas home industri keripik. Mesin perajang serbaguna ini adalah suatu mesin yang menggunakan prinsip putaran dan menggunakan beberapa pisau untuk memotong bahan baku keripik. Pembuatan mesin perajang serbaguna ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga. Selama ini pengolahan dengan cara manual hanya dapat menghasilkan keripik sebanyak 10 kg setiap harinya. Dengan dibuatnya mesin perajang serbaguna berkapasitas produsi 10 kg tiap 40 menit maka mesin tersebut dapat meningkatkan produksi keripik.
Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang dapat dikristalkan antara lain : 1. Bagaimana konstruksi mesin perajang serbaguna yang dapat membantu menggantikan tenaga manusia dalam proses produksi keripik? 2. Apakah program mesin perajang serbaguna dapat meningkatkan produktifitas home industri keripik?
Tujuan Program
2
Tujuan dari penulisan proposal ini antara lain ; 1. Membuat mesin perajang serbaguna untuk membantu home industri keripik dalam proses perajangan bahan baku agar dapat meningkatkan produktifitas kerja. 2. Mensosialisasikan penggunaan mesin perajang serbaguna di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Luaran yang Diharapkan
Dari pelaksanaan program ini dapat dihasilkan mesin perajang serbaguna yang dapat membantu masyarakat home industri keripik di Kecamatan Gunungpati Kota Semararang dalam proses perajangan bahan baku keripik sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja..
Kegunaan Program
Manfaat yang diharapkan dari terlaksananya kegiatan ini adalah ; 1. Mengaplikasikan pengetahuan dan kreativitas yang sudah dimiliki. 2. Membantu home industri keripik di Kecamatan Gunungpati untuk meningkatkan produktifitas kerja. 3. Dapat meningkatkan penghasilan dan hasil produksi home industri keripik
II. GAMBARAN.UMUM MASYARAKAT SASARAN
Sebagian besar masyarakat Kecamatan Gunungpati Kota Semarang bermatapencaharian sebagai petani atau berkebun. Namun ada pula yang bekerja sebagai pedagang. Mereka yang memilih untuk bertani dan berkebun karena memiliki lahan yang subur. Beberapa jenis tanaman yang dihasilkan adalah singkong, ketela, talas, dan pisang. Hasil pertanian dan perkebunan tersebut mereka jual dalam keadaan mentah maupun diolah menjadi bentuk makanan lain. Salah satu bentuk pengolahan tersebut adalah keripik. Tujuan dari diolahnya hasil perkebunan dan pertanian tersebut manjadi bentuk keripik adalah untuk meningkatkan nilai jualnya. Dan masyarakat di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang mengolah keripik dengan bentuk usaha home industri. Permasalahan yang dialami oleh masyarakat home industri tersebut adalah pengolahan yang masih dilakukan secara manual. Mulai dari proses pengupasan, perajangan, penggorengan, dan pembungkusan. Dan slah satu proses yang membutuhkan waktu dan tenaga lebih adalah proses perajangan. Dengan adanya program pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan akan bisa memberika manfaat langsung kepada home industri keripik tersebut, yaitu menghasilkan sebuah mesin yang mampu menggantikan tenaga manusia dalam proses perajangan bahan baku keripik dengan hasil yang baik. Sehingga akan meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, dan akhirnya meningkatkan produktifitas kerja.
III. METODE PENDEKATAN Persiapan Kegiatan
3
1. Survey dan analisis di tempat home industri keripik di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. 2. Koordinasi dengan pihak yang terkait dalam program pengabdian ini, yaitu pemilik dan kelompok home industri keripik. 3. Perencanaan design suatu mesin perajang serbaguna. Desain dari mesin tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam penggunaan dan perawatan.
Pelaksanaan Kegiatan
4. Penyediaan bahan baku dan persiapan peralatan dan pembuatan sarana dan prasarana yang ada dalam kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini meliputi pembelian bahan-bahan dan komponen-komponen pembuatan mesin. 5. Membuat mesin perajang yang menggunakan prinsip putaran dengan kecepatan tertentu yang dilengkapi beberapa pisau pemotong. Tahapan pembuatan mesin perajang serbaguna ini yaitu : a. Pembuatan rangka mesin dengan bahan dasar besi plat siku dengan ukuran rangka : tinggi 75 cm, lebar 50 cm, dan panjang 85 cm. b. Membuat plat penutup mesin dengan menggunakan plat besi tebal 2 mm. c. Membuat saluran masuk dan saluran keluar dengan menggunakan plat stainless steel tebal 2 mm. d. Memasang pisau pada piringan aluminium. e. Finishing rangka dan plat penutup mesin dengan cara diampelas kemudian dicat. f. Merangkai semua bagian tersebut menjadi satu. g. Pasang sistem sabuk dan puli h. Pasang motor listrik kemudian hubungkan dengan sistem sabuk dan puli. i. Pasang sistem kelistrikan. 6. Sosialisasi kegiatan. Dalam kegiatan sosialisasi ini dilakukan uji coba mesin perajang, kemudian membandingkan hasil yang diperoleh dengan proses sebelumnya, yaitu proses manual dengan tenaga manusia. Peserta dari sosialisasi ini adalah para pelaku home industry keripik di daerah kecamatan Gunungpati, kota Semarang.
Evaluasi Kegiatan
Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan program pengabdian ini. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan secara langsung hasil pemotongan dengan tenaga manusia dengan menggunakan mesin perajang serbaguna ini. Kemudian mengevaluasi pendapat- pendapat dari pihak home industri keripik tentang dimensi dan bentuk mesin, kemudian melakukan analisis dan perbaikan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih baik.
Penyusunan Laporan
Penyusunan laporan direncanakan akan dilakukan dalam 2 macam penyusunan, yaitu penyusunan laporan kemajuan dan penyusunan laporan akhir kegiatan. Penyusunan laporan akhir kegiatan untuk melaporkan rangkaian kegiatan secara institusi kepada sumber dana program ini.
IV. PELAKSANAAN PROGRAM Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
4
Program Mesin Perajang Serbaguna ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2010, bertempat di desa Jetis, Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Tahapan Pelaksanaan/ Jadwal Faktual Kegiatan No. Jenis Kegiatan Waktu Peaksanaan
1. 2. 3.
4. 5. 5.
6. 7.
Persiapan tempat dan peralatan Membuat desain mesin perajang serbaguna Membuat mesin perajang Uji coba dan sosialisasi mesin perajang serbaguna Serah terima mesin perajang serbaguna Monitoring Evaluasi Pelaporan
Instrumen Pelaksanaan
Maret 2010 April 2010 April 2010
Mei 2010 Mei 2010 Mei 2010
Mei 2010 Mei 2010
Minggu ke 3 dan 4 Minggu ke 1 Minggu ke 2-4
Mnggu ke 1 dan 2 Minggu ke 2 Minggu ke 3
Minggu ke 3 Minggu ke 4
Insrumen pelaksanaan program mesin perajang serbaguna ini adalah : 3. Masyarakat pelku home industri keripik, sebagai sasaran utama. 4. Alat dan bahan dalam proses sosialisasi 5. Media sosialisasi yang berupa banner, modul, dan angket.
Rancangan dan Realisasi Biaya
1. Bahan habis pakai Listrik Rp 200.000,00
Elektoda Rp 200.000,00
Jumlah Rp 400.000,00
2. Peralatan Penunjang PKM Besi profil L 15 meter Rp 350.000,00
Plat besi 3 meter Rp 350.000,00 Plat Stainless Steel 1,5 meter Rp 250.000,00 Bearing 2 buah Rp 80.000,00 Puli Ø 300 dan Ø 50 @1 buah Rp 150.000,00 Poros Ø 20 0,5 meter Rp 150.000,00 Piringan Alumunium Ø 400 1 buah Rp 250.000,00 Pisau 10 buah Rp 100.000,00
V belt 3 buah Rp 150.000,00 Mur dan Baut secukupnya Rp 50.000,00 Motor listrik ¼ PK 1 buah Rp 750.000,00 Saklar ON-OFF 1 buah Rp 20.000,00 Kabel Listrik 5 meter Rp 100.000,00 Stop kontak 1 buah Rp 20.000,00 Cat besi dan tiner @ 2 kaleng Rp 100.000,00 Meteran dan Penggaris 2 buah Rp 100.000,00 Kunci pas, kunci ring, gergaji besi 1 set Rp 300.000,00
Jumlah Rp 3.270.000,00
3. Biaya Pembuatan Mesin Sewa tempat, mesin, dan peralatan Rp 750.000,00.
Transportasi Rp 100.000,00
Jumlah Rp 850.000,00
4. Biaya Sosialisasi Pembelian bahan baku keripik Rp 80.000,00 Modul sosialisasi Rp 150.000,00 Konsumsi Rp 250.000,00 Perjalanan Rp 200.000,00 Dokumentasi Rp 300.000,00 +
Rp 980.000,00 Total pengeluaran
1. Bahan habis pakai Rp 400.000,00
2. Peralatan penunjang PKM Rp 3.270.000,00
3. Biaya pembuatan mesin Rp 850.000,00
4. Biaya sosialisasi Rp 980.000,00 + Jumlah Rp 5.500.000,00
Laporan Rp 485.500,00 + Total Rp 5.985.500,00
V. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan
5
Hasil dari kegiatan ini yaitu berup kegiatan sosialisasi mesin erajang serbaguna kepada masyarakat home industri keripik. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di rumah bapak Sunoto, di desa Jetis, Kelurahan Kalisegoro, kecamatan Gunungpti, kota Semarang, pada tanggal 3 Mei 2010. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 10 orang, yang semuanya merupakan pelaksana home industri keripik.
6
Dari 10 orang tersebut, 9 orang (90 %) menyatakan Ya, akan menggunkan mesin perjang serbaguna dalam roses produksi keripik mereka. Sedangkan 1 orang (10 %) menyatakan Tidak akan mengunakan mesin perajang serbaguna tersebut.
Akan menggunakan mesin perajang : 9 orang (90 %)
Tidak akan menggunakan mesin perajang : 1 orang (10 %)
Tabel Perbandingan hasil mesin perajang serbaguna dengan proses manual. No. Mesin Perajang Serbaguna Proses Perajangan Manual
1. 2.
3. 4.
Menggunakan tenaga motor listrik Menggunakan 4 pisau pemotong
Hasi perajangan : 12 kg/jam Hasil produksi/hari : 200-250 bungkus
Pembahasan
Hasil Sosialisasi Mesin Perajang
10 %
90 %
Menggunakan tenaga manual Hanya menggunakan 1 pisau potong Hasil perajangan : 5 kg/jam Hasil produksi/hari : 100-180 bungkus
1. Proses persiapan Proses persiapan ini meliputi persiapan tempat, peralatan dan perlengkapan pendukung (modul, angket, banner), dan persiapan mesin. 2. Proses uji coba mesin perajang Dalam proses uji coba, tim pelaksana kegiatan melibatkan langsung asyarakat sasaran, sehingga dapat diperoleh saran dan masukan dari kekurangan mesin perajang serbaguna tersebut. Setelah itu dilakukan perbaikan terhadap mesin perajang serbguna, sesuai dengan saran dan masukan dari masyarakat pelaku home industri keripik. 3. Proses sosialisasi Dalam proses sosialisasi ini, disampaikan tentang keunggulan-keungguan mesin perajang serbaguna, perawatan mesin, keselamatan kerja, perbaikan apabila terjadi kerusakan terhadap mesin perajang, dan langsung diberikan praktek penggunaan mesin perajang serbaguna tersebut. Selain itu juga diberikan angket utuk mengetahui tangapan masyarakat terhdap peaksanaan program PKMM mesin perajang serbaguna ini. Kemudian langsung dilakukan serah terima mein perajang serbaguna, dari Tim PKMM kepada masyarakat pelaku home industri keripik, yang dalam hal ini diwakili oleh ketua pelaksana PKMM dan ibu Rohmi selaku perwakilan dari masyarakat home industri keripik.
VI. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
7
1. Pengunaan mesin perajang serbaguna bias mengurangi tenaga manusia yang digunakan dalam proses perajangan bahan baku keripik. 2. Dengan mengunakan mesin perajang serbagna, proses perajangan bahan baku keripik bisa diakukan dengan lebih cepat. 3. Dengan menggunakan mesin perajang serbaguna, maka produktfitas home industri keripik bisa meningkat.
Saran
1. Kegiatan pengabdian ini perlu dilakukan secara terus menerus, seingga akan timbul kerja sama yang baik antara mahasiswa dengan masyarakat. 2. Perlu dilakukan kerja sama dalam hal pemasaran produk, sehinga segmen pemasaran keripik bisa lebih luas.
